Senin, 30 Juni 2025

Berthe Morisot

 JAGUAR33.NEWS


Self-portrait by Berthe Morisot (by Musée Marmottan Monet, Public Domain)
Potret Diri oleh Berthe Morisot
Musée Marmottan Monet (Public Domain)

Berthe Morisot (1841-1895) adalah pelukis aliran impressionisme dari Prancis. Ia dikagumi para seniman, lukisan-lukisannya dipamerkan di Salon Paris, dan Berthe Morisot menyelenggarakan pameran lukisannya sendiri di tujuh sampai delapan tempat di Paris. Gaya melukisnya khas, sapuan kuas panjang dan cepat menggambarkan efek spontanitas sebuah pemandangan bunga dan kehidupan sehari-hari.

Kehidupan Awal

Berthe Marie Pauline Morisot lahir di Bourges pada 14 Januari 1841, ia adalah anak dari pejabat setempat saat itu, Tiburce Morisot. Ibunya adalah Cornélie Fournier. Ketertarikannya pada seni dimulai sejak remaja, ketika keluarganya pindah ke Paris pada 1855, ia mulai belajar dan meniru mahakarya yang dipajang di dalam Louvre. Ia bertemu banyak seniman lainnya yang melakukan studi yang sama. Seni mengalir di dalam darahnya, ia berada dalam satu garis keturunan yang sama dengan seorang pelukis Rococo, Jean-Honoré Fragonard (1732-1806).

Morisot jarang membuat sketsa awal di atas kanvas, ia langsung melukis untuk menguatkan kesan penggabungan spontanitas antara kuas dan penampakan sementara cahaya dan warna yang sedang dilihatnya.

Di tahun 1860, Morisot belajar seni dengan Jean-Baptiste-Camille Corot (1797-1875). Sayangnya, perjalanan karir menjadi seorang seniman itu sulit, ditambah dengan adanya pandangan negatif mengenai seniman perempuan pada saat itu, yang sangat menyiksa Morisot. Idealnya, Morisot melanjutkan studinya ke the École des Beaux-Arts di Paris, namun mereka tidak menerima murid perempuan.

Setidaknya orangtua Berthe memberikan dukungan. Kakak perempuannya, Edma (1839-1921), juga seorang seniman; ia pernah melukis saudara perempuannya sedang melukis di sebuah lukisan potret tahun 1865. Tutor seniman mereka, Joseph Guichard (1806-1880) menulis catatan berikut untuk ayah mereka:

Melihat potensi kedua anak perempuan Anda, saya tidak akan membatasi mereka dengan pencapaian-pencapaian kecil di ruang gambar; mereka harus menjadi pelukis. Tahukah Anda apa artinya? Di dunia para borjuis seperti anda, ini akan menjadi revolusioner, bahkan mungkin bencana besar. Apakah Anda yakin tidak akan menyesali hari dimana seni, yang sangat disambut di rumah Anda, yang saat ini sangat dihormati dan aman, menjadi satu-satunya penentu kehidupan kedua anak Anda?

(Howard, 150).

Image Gallery

Berthe Morisot: A Gallery of 30 Paintings

In this gallery, we showcase 30 paintings by Berthe Morisot (1841-95) the French impressionist painter whose many career successes helped open the door...

Terlepas dari peringatan ini, Morisot tetap mengejar mimpinya dengan keinginan tinggi, dan pada tahun 1864, ia mengirimkan lukisan pertamanya ke pameran di Paris Salon, sebuah tempat ternama dimana para seniman bermimpi untuk bisa mendapatkan reputasi dan klien. Lukisannya diterima, dan keberhasilannya membuat ayahnya bersemangat sampai membangun sebuah studio di taman keluarga tahun 1865. Pada 1866, lukisan Morisot kembali diterima oleh Salon; karirnya mulai melejit, dan Salon menerima beberapa lukisan lainnya.

Sejarawan seni V. Bouruet Aubertot memberikan deskripsi mengenai Morisot sebagai berikut:

Tinggi dan langsing, keanggunan dan kecerdasannya sangat terpancar. Berthe Morisot memiliki kecantikan Baudelairean yang misterius, sopan, dan mandiri. (332)

Hubungan dengan Keluarga Manet

Morisot banyak muncul di lukisan-lukisan Edouard Manet (1832-1883), seorang pelukis modern Prancis yang pertama kali ditemuinya pada tahun 1868. Ia dilukis di beberapa lukisan terkenal seperti Balkon (sebelah kiri), pada 1868-9. Morisot tidak terkesan dengan hasil akhirnya, mengutip perkataannya pada kakaknya, "Saya terlihat aneh," dan keseluruhan lukisan itu baginya seperti "buah yang belum matang" (Roe, 55)


Morisot adalah model duduk kesukaan Manet untuk lukisan potret dramatis, Ia muncul di sebelas lukisan. Dalam The Repose (1869-70), ia bersandar di sofa berwarna plum. Dalam lukisan yang lebih sederhana, Berthe Morisot with a Bouquet of Violets (1872), wajahnya secara dramatis dibingkai dengan warna hitam gaun, tudung, dan topi. Morisot belajar dari Manet, dan kemungkinan besar Manet juga belajar dari Morisot, tapi Berthe tidak menurut sepenuhnya pada Manet. Ketika Manet menambahkan sentuhan pada lukisan potret kakak Morisot, karya yang dipamerkan di Salon tahun 1870, Motisot marah besar.

The Balcony by Manet
Balkon oleh Manet
Musée d'Orsay (Public Domain)

Tidak ada pernyataan jelas tentang hubungan Manet dan Morisot yang sebenarnya, yang pasti keduanya sangat dekat. Namun persahabatan mereka berubah ketika Morisot menikah dengan adik Manet, Eugène (1833-92), yang juga seorang pelukis, pada 22 Desember 1874. Tahun 1878 keduanya memiliki anak yang diberi nama Julie. Morisot mengabadikan anaknya di beberapa lukisan, salah satunya lukisan tahun 1884 berjudul Julie with a Doll.

Teknik dan Gaya

Morisot lebih senang menggunakan pendekatan sederhana impresionis dengan melukis plen air atau 'luar ruangan' daripada menggunakan metode tradisional dengan membuat sketsa dan menyelesaikannya di studio. Metode plen air mempermudah penggambaran kesan ilusi cahaya dan warna. Meskipun ada beberapa kekurangan, seperti yang Morisot tulis di suratnya yang ia kirimkan ke adiknya:


Segalanya berayun, ada air bercipratan; ada bagian matahari dan angin yang harus diakali, perahu-perahu berganti posisi tiap menit...Ketika mengatur alat melukis, anak-anak akan berlarian di sekitarku sambil berteriak dan keadaan menjadi sangat berisik. Semua ini lalu berakhir dengan kacau, pemilik ladang memarahiku dengan kasar, berkata harusnya aku minta izin kalau ingin melakukan pekerjaan di sini..

(Howard, 29)

Selain itu, Morisot jarang membuat sketsa awal di atas kanvas, dan lebih sering langsung melukis, untuk menguatkan kesan penggabungan spontanitas antara kuas dan penampakan sementara cahaya dan warna yang sedang dilihatnya. Hasilnya adalah gaya khas Morisot, sapuan kuas yang cepat dan panjang. Pencarian gaya spontan ini memiliki kekurangan juga, banyak kritikus seni yang menganggap lukisan Morisot tampak belum selesai, kritik yang sama disampaikan pada pelukis impresionis lainnya.

Eugène Manet & His Daughter in the Garden at Bougival by Morisot
Eugène Manet & Anaknya di Taman dalam Bougival oleh Morisot
Musée Marmottan Monet (Public Domain)

Mengenai pencocokan gaya dan pilihan subjek lukisan Morisot, sejarawan seni M. Howard meringkasnya sebagai berikut:

Lukisan Morisot dipuji secara luas, oleh para impresionis dan non-impresionis, karena sentuhan ringan dan caranya menerjemahkan dunia luar. Di balik nuansa damai dan santai yang menjadi tema utama, ada kesan melankolis dan tertutup yang menjadi ciri khas karyanya. Lukisan-lukisan Morisot ringan, cemerlang, dan informal, subjek dan tekniknya dicirikan dengan kesan sketsa improvisasi dengan pengamatan. (151)

Karena alasan-alasan inilah, pada tahun 1874, kritikus seni Paul Mantz menggambarkan Morisot dengan "satu-satunya impresionis sungguhan" (ibid). Pendapat ini disetujui oleh kritikus lainnya, Gustave Geffory pada 1881: "Tak ada seorangpun yang menggambarkan aliran impresionisme dengan bakat seperti Morisot" (ibid).

Pameran Independen

Sekitar 1860-an, sekelompok seniman avant-garde sering berkumpul di kafe-kafe Paris, terutama di Cafe Guerbois dan beberapa cafe lainnya di wilayah Batignolles Paris. Mereka berdiskusi tentang tujuan baru seni. Kelompok ini berisi seniman-seniman revolusioner seperti Paul Cézanne (1839-1906), Pierre-Auguste Renoir (1841-1919), Edgar Degas (1834-1917), Claude Monet (1840-1926), dan Edouard Manet. Ada beberapa sastrawan seperti Émile Zola (1840-1902). Morisot adalah salah satu anggota kelompok ini yang dikenal dengan nama "Para Batignolles", Morisot terkenal karena kecantikan, pesona, dan bakatnya. Morisot sempat menolak dua lamaran pernikahan: dari seniman Puvis de Chavannes dan dari seorang pejabat negara Jules Ferry. Namun, sebagai perempuan terhormat Morisot seringkali dilarang berkumpul dengan para seniman pria di cafe, sehingga Morisot sering ditinggal sendirian di ruangan khusus.


Interior by Morisot
Interior oleh Morisot
wikiart.org (Public Domain)

'Para Batignolle' dan seniman-seniman lainnya yang tidak lolos penilaian juri salon yang saat itu sangat konservatif, pada tahun 1874 membuat acara pameran mereka sendiri, berjudul Pameran Pertama Seniman Independen, yang kemudian lebih dikenal sebagai Pameran Pertama Impresionis. Morisot, Monet, Degas, Renoir, Manet, dan Camille Pissarro (1830-1903) semuanya hadir di pameran. Morisot memamerkan sembilan lukisan, lukisan cat air, dan gambar di pajangan. Pengunjung pameran ini cukup banyak untuk dibilang sukses – lebih dari 4,000 – namun menerima banyak kritik dari para kritikus lapangan. Namun, pameran ini adalah gebrakan pertama yang melawan dominasi Salon, dan tidak akan menjadi yang terakhir.

Maret 1875, seorang dealer bernama Paul Durand-Ruel menyelenggarakan acara lelang di Hôtel Drouot Paris. Di acara ini ada lukisan Monet, Renoir, dan beberapa seniman lainnya, serta 12 lukisan karya Morisot. Para kritikus sekali lagi mengkritik karya-karya ini, meskipun ada juga sejumlah ulasan bagus dari jurnalis radikal. Di pelelangan, Morisot mengalami pelecehan. Ketika lukisan pertama Morisot dipamerkan, seorang pria di bangku penonton meneriakan gourgandine ("pelacur"). Camille Pissarro bangkit dan memukul pria ini, kemudian polisi datang sebelum pelelangan diproses. Dari semua karya yang dilelang, lukisan Morisot yang berjudul Interior terjual dengan harga tertinggi: 480 francs (salah satu karya Renoir terjual hanya sekitar 180 francs)

Villa with Orange Trees by Morisot
Villa dan Pohon Jeruk oleh Morisot
wikiart.org (Public Domain)

Di Pameran Impresionis ke-8 di tahun 1886, Morisot dan Eugène Manet mengurus semua pembiayaan. Ketika Edouard Manet meninggal di tahun 1883, pasangan ini membuat pameran retrospektif yang memajang lukisan-lukisan terakhir Manet di École des Beaux-Arts. Morisot, seperti para impresionis lainnya, mulai dilirik orang-orang Amerika; lukisannya dipamerkan di sebuah pameran tahun 1886 yang diselenggarakan Asosiasi Seni Amerika di New York. Ini adalah pameran impresionis terbesar pertama di Amerika, sambutannya sangat bagus dibanding dengan respon para kritikus di Prancis.


Rumah Morisot di Bougival, hanya keluar sedikit dari Paris, menjadi tempat perkumpulan reguler para seniman dan cendekiawan Paris. Di rumah ini Morisot sering melukis pemandangan taman bunga dan Bois de Boulogne. Tahun 1891, keluarganya pindah ke rumah baru di Mesnil yang juga dilukis beberapa kali. Pandangan masyarakat saat itu menganggap perempuan yang terlalu banyak berada di ruang publik hanya akan menyebabkan masalah, sehingga lukisan-lukisan Morisot banyak berfokus pada pemandangan sehari-hari di rumah, taman, dan anaknya.

Pasie Sewing in Bourgival's Garden by Morisot
Pasie Menjahit di Taman Bourgival oleh Morisot
Musée des Beaux-Arts, Pau (Public Domain)

Kematian dan Warisan

Setelah kematian Eugène Manet pada 1892, kondisi kesehatan Berthe menurun drastis. Ia tinggal dengan anak perempuannya dan hanya melukis sebisanya. Berthe Morisot meninggal mendadak karena pneumonia di Paris pada 2 Maret 1895. Di akta kematiannya, setelah tuduhan yang harus dihadapinya seumur hidup, di kolom pekerjaannya tertulis 'tidak bekerja'. Seluruh karyanya dipajang di pameran di galeri di Paris, sebuah acara yang diselenggarakan oleh tokoh-tokoh terkenal seperti Renoir, Degas dan Monet, semua seniman yang menganggap Morisot sebagai salah satu pahlawan yang mengubah dunia seni selamanya.

Morisot adalah salah satu dari sedikit pelukis perempuan yang sukses, dan kisah kesuksesannya membantu meringankan beban para seniman perempuan lainnya. Pada 1897, the École des Beaux-Arts di Paris mulai menerima murid perempuan. Berkat Morisot juga, pandangan feminin dapat dikenalkan, setelah sebelumnya lebih banyak perspektif pelukis pria. Lukisannya yang menggambarkan suaminya bermain dengan anak perempuannya adalah hal baru bagi para seniman pria, yang biasanya melukis si ibu dan anaknya. Contoh lainnya, Morisot paham dengan gaya pakaian perempuan yang kurang nyaman, sehingga ia melukiskan perempuan dengan kancing-kancing aneh dan pita, seringkali tidak dalam pose tertentu seperti model yang dilakukan para model untuk dilukis seniman pria. Walaupun reputasi Morisot perlahan menghilang hanya setengah abad selanjutnya, namanya kembali didengar berkat para sejarawan seni feminis yang menempatkannya sebagai salah satu panteon pelukis impresionis yang mengagumkan.


Pertanyaan & Jawaban

Siapakah Berthe Morisot?

Berthe Morisot terkenal sebagai seorang pelukis impresionis wanita yang sukses di akhir abad ke-19 di Prancis.

Apa gaya seni Berthe Morisot?

Berthe Morisot adalah pelukis impresionis Prancis pada abad ke-19. Ia menggunakan sapuan kuas cepat dan panjang untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari dan taman bunga. Lukisannya sering terlihat belum selesai karena pelukis ingin seolah terlihat memiliki efek sketch.

Apakah Mary Cassatt dan Berthe Morisot berteman?

Mary Cassatt dan Berthe Morisot saling mengenal satu sama lain dan berteman.

Apakah Berthe Morisot sesukses seniman-seniman impresionis pria?

Berthe Morisot sama suksesnya, bahkan mungkin lebih sukses, daripada para seniman pria. Lukisannya dipamerkan di Paris Salon, ia mengikuti hampir semua pameran impresionis independen, dan lukisan-lukisannya terjual habis di lelang.


SITUS JUDI SLOT ONLINE TERAMAN DAN TERPERCAYA

Minggu, 29 Juni 2025

🌙✨ "Bulan Sabit Tipis & Venus: Pemandangan Romantis Alam Semesta untuk 'Me Time' Malam Ini" ✨🌙

 

JAGUAR33 NEWS - Untuk Anda yang mencari momen tenang di tengah kesibukan, alam punya tontonan gratis yang memukau: Bulan sabit tipis (2% illuminated) sedang berdansa dengan Venus, sang "Bintang Kejora", di langit senja hari ini. Kombinasi cahaya keemasan Venus dan lengkung Bulan yang halus akan menjadi teman perfect untuk refleksi, journaling, atau sekadar menikmati keheningan.


🔭 Mengapa Fenomena Ini Istimewa?

  1. Kecerlangan Venus:

    • Sedang dalam fase "Greatest Brilliancy" (-4.5 magnitude), 20x lebih terang dari bintang biasa!

    • Warnanya kuning keemasan karena atmosfernya memantulkan cahaya Matahari.

  2. Bulan Sabit Tipis (Crescent Moon):

    • Hanya 2% terlihat dari Bumi – bagian gelapnya disinari cahaya bumi (Earthshine), menciptakan efek "Bulan yang memeluk bayangannya sendiri".

    • Posisi: 5° di sebelah kanan Venus – jarak yang cukup dekat untuk difoto sekaligus.

  3. Waktu Emas:

    • 30 menit setelah matahari terbenam (sekitar 18.15-18.45 WIB).

    • Arah: Barat laut (dekat rasi Gemini).


📸 Cara Menikmati & Mengabadikan Momen

Untuk Mata Telanjang:

  • Cari lokasi dengan horizon barat terbuka (lapangan/pantai).

  • Gunakan tangan terkepal sebagai panduan: Venus akan berada sejengkal di atas horizon.

Untuk Fotografer:

  • Smartphone: Mode malam (night mode), fokus manual ke Venus.

  • DSLR: ISO 400, f/5.6, exposure 1-3 detik.

  • Pro Tip: Sisipkan objek foreground (pohon/bangunan) untuk efek dramatis.

Untuk yang Pengin Lebih Spesial:

  • Siapkan teh hangat + playlist instrumental (contoh).

  • Bawa buku harian – tulis impian atau rasa syukur sambil memandang pasangan langit ini.


🌌 Makna Simbolik: Romantisme Kosmik

  • Dalam Sains: Venus adalah simbol feminin, Bulan sabit mewakili awal siklus baru.

  • Dalam Astrologi: Momen tepat untuk:

    • Libra/Pisces: Manifestasi cinta & kreativitas.

    • Capricorn/Taurus: Perencanaan keuangan dengan ketenangan.

Quote Inspirasi:
"Seperti Venus yang tak pernah berhenti bersinar, dan Bulan yang selalu kembali setelah hilang – kamu juga punya cahaya dan siklus pemulihan sendiri."


⏳ Fenomena Serupa yang Akan Datang

  • 5 Juli 2025: Bulan sabit bersanding dengan Mars (warna merah kontras).

  • 12 Agustus 2025: Venus + Bulan + Jupiter segaris (jarang terjadi!).


📍 Sumber Valid & Alat Bantu:

  • TimeandDate.com (cek waktu lokal)

  • App SkySafari/Stellarium untuk tracking posisi

  • Data fase Bulan dari NASA's Scientific Visualization Studio

💬 Ajakan Interaktif:
"Share foto hasil jepretanmu di kolom komen! Yang paling kreatif dapetin rekomendasi buku astronomi gratis."


Di tengah hiruk-pikuk dunia, kadang kita hanya perlu menengadah ke langit untuk diingatkan: ada keindahan yang selalu setia menanti. Selamat menikmati "me time" kosmik malam ini!

P.S. Jangan lupa ucapkan permintaan saat pertama kali lihat Bulan sabit – kata tradisi, bakal terkabul! 🌙💫

#jaguar33 #beritaviral #viral #freebet #freechip #gacor #slotgacor #slotonline #beritaterkini #beritaterupdate #trending #beritatrending #ViralHariIni #TrendingNow #JWST #jameswebb #teleskop #galaksi #alamsemesta #luarangkasa #kamera #LSST #bimasakti #bumi #bulan #bulansabit #venus #AwesomeTanpaBatas #AwesomeHijabStyle #Malam Minggu #Malming #Minho #Kingdom #taehyun #Ferrari #AwesomeIntelligence #GalaxyA36 #GakNgerokokCuy #AwesomeEveryday #byon5 #kkajhe #aziz #celloszxz

Batu Khan

 JAGUAR33.NEWS


Batu Khan (by Vikiçizer, CC BY-SA)
Batu Khan
Vikiçizer (CC BY-SA)

Batu Khan (1205-1255) adalah cucu dari Genghis Khan dan sang pendiri Gerombolan Emas. Batu adalah seorang komandan Mongol yang terlatih dan telah memenangkan beberapa pertempuran dari Cina hingga ke Persia, meskipun prestasinya yang terkenal melibatkan kampanye besar-besaran bangsa Mongol ke wilayah Eropa dari tahun 1236-1241, dimana mereka menghancurkan pasukan dari Rusia, Polandia, dan Hungaria, juga lainnya. Batu kelak akan berperan sebagai penentu Khan Agung bagi Kekaisaran Mongol, dan untuk sementara waktu, menjadi orang paling kuat di kekaisaran tersebut.

Lahir di Atas Pelana

Batu lahir sekitar tahun 1205, bertepatan dengan waktu dimana Temujin diproklamirkan sebagai Genghis Khan dan menyatakan bahwa dirinya adalah penguasa seluruh suku Mongol (1206-1227). Batu adalah putra Jochi, putra tertua Genghis, sehingga dia dilahirkan dalam tingkatan tertinggi masyarakat Mongol. Namun, Jochi lahir setelah klan musuh menculik istri Genghis, Borte, sehingga Genghis tidak yakin apakah Jochi memang putranya. Walau begitu, Batu tetap dianggap sebagai cucu dari Khan Agung.

BATU MEMILIKI POTENSI UNTUK MEMERINTAH WILAYAH TERBESAR DI DALAM KEKAISARAN MONGOL.

Kehidupan Batu tidaklah mudah meskipun dia dilahirkan sebagai bangsawan Mongol. Bangsa Mongol adalah sekelompok suku nomaden yang tersebar di sepanjang stepa dan gemar berpindah-pindah saat musim berganti. Mereka tinggal di tenda berbahan yurt yang mudah dipindahkan. Anak-anak bangsa Mongol belajar menunggang kuda sedari kecil, kemudian diikuti dengan belajar memanah dan bergulat. Ciri khas yang masih memiliki nilai di dalam masyarakat Mongol hingga saat ini, turut membantu menciptakan mesin perang menakutkan yang Genghis bawa ke seluruh belahan dunia. Karena didikan semacam itu, Batu pun menjadi penunggang kuda yang handal serta ahli di dalam seni perang Mongol ketika dia tumbuh dewasa.

Warisan Barat

Ketika Kekaisaran Mongol semakin bertambah besar dibawah kepemimpinan Genghis Khan yang juga menaklukkan bagian utara Cina dan seluruh Asia Tengah, hingga menyentuh pinggiran Eropa dan Timur Tengah, dia pun mempersiapkan beberapa wilayah untuk keempat putranya. Sesuai tradisi Mongol, anak tertua mendapatkan wilayah yang paling jauh dari tanah kelahirannya, sehingga Jochi mendapatkan seluruh wilayah dari Sungai Ural hingga ke, menurut sejarawan Persia Juvaini, "arah sejauh kaki kuda-kuda Tartar (Mongol) melangkah" (42). Jochi meninggal di tahun yang sama dengan Genghis dan dewan keluarga bangsawan atau kurultai kemudian menyusun pembagian wilayah pada tahun 1229.

Genghis Khan's Empire
Kekaisaran Genghis Khan
Arienne King (CC BY-NC-SA)

Setelah kematian Jochi di tahun 1227, Batu dan kakaknya, Orda, membagi wilayah Jochi untuk diri mereka sendiri. Orda pun setuju jika Batu menjadi penerus Jochi sehingga dia mengambil wilayah yang berdekatan dengan tanah kelahirannya, sedangkan Batu mengambil seluruh wilayah di bagian barat Volga. Walaupun pasukan Mongol pernah mengembara jauh ke dalam Volga, tetapi hanya sedikit wilayah yang tunduk pada kekuasaan mereka. Batu memiliki potensi untuk memerintah wilayah terbesar di dalam Kekaisaran Mongol, tetapi untuk saat ini, masih berpotensi saja.

Potensi ini kemungkinan tidak bisa terwujud di tahun 1229. Menurut adat, Genghis memberikan sebagian besar prajuritnya kepada putra bungsunya, dan ketiga putranya yang lain hanya memiliki masing-masing 4,000 prajurit. Kurultai memilih putra ketiga Genghis, Ogedei (1229-1241) sebagai Khan Agung yang baru, dan Ogedei Khan tampaknya bersikukuh untuk menaklukkan sisa wilayah di bagian utara Cina. Batu pun ikut dalam kampanye perang ini yang akhirnya menghancurkan wilayah Jurchen Jin di tahun 1234. Pada kurultai berikutnya, Ogedei membuktikan bahwa dirinya memang putra sejati ayahnya. Pasukan Mongol yang mematikan tidak hanya menyerang satu musuh saja, tetapi mereka membuka banyak medan perang di seluruh dunia. Sasaran selanjutnya adalah Dinasti Song di bagian selatan Cina, kemudian Korea, lalu yang penting bagi Batu, juga Eropa.


Menuju ke Barat
H DARI 100,000 PRAJURIT YANG HENDAK MENUJU KE WILAYAH BATU DIKUMPULKAN & MENJADIKAN MONGOL SEBUAH NAMA YANG TIDAK AKAN PERNAH DILUPAKAN OLEH EROPA.

Odegei memberi perintah pada Batu untuk memulai kampanye perang di Eropa. Lebih dari 100,000 prajurit dikumpulkan untuk menuju ke wilayah Batu dan menjadikan Mongol sebuah nama yang tidak akan pernah dilupakan oleh Eropa. Subutai berada di antara mereka. Subutai adalah salah satu dari keempat orloks, atau panglima tertinggi Genghis Khan. Dalam The Secret History of the Mongols, keempat orloks disamakan dengan "empat anjing perang Temujin," yang memangsa daging dan melepaskan malapetaka kemana pun mereka pergi. Subutailah sebenarnya yang menjadi komandan untuk kampanye perang ke barat ini. Bukan hanya karena pengalamannya dalam memimpin yang patut untuk ditiru, tetapi juga karena dia telah memenangkan peperangan di Rusia pada masa Genghis Khan. Selama kampanye perang Mongol melawan Kekaisaran Khwarezmia, Subutai dan Jebe, salah satu dari "anjing perang" Genghis, memimpin serangan kavaleri besar-besaran dari Azerbaijan hingga ke pegunungan Kaukasus dan masuk ke dalam wilayah Rusia. Serangan tersebut membinasakan pasukan dari Georgia dan menciptakan penjarahan pada seluruh pedesaan di sepanjang stepa Rusia. Pada tahun 1223, bangsa Cuman dan para pemimpin konfederasi Rusia bekerja-sama untuk menghentikan serangan mematikan tersebut. Di Pertempuran Sungai Kalka, pasukan penyerang Mongol menghancurkan pasukan Rusia dan membunuh Mstislav III dari Kiev (1212-1223). Pada kampanye perang ini, Subutai akan menggunakan pengalaman tersebut, tidak lagi untuk menyerang seperti yang dilakukannya pada tahun 1223, tetapi untuk menaklukkan secara penuh.

Beberapa sepupu Batu juga ikut di dalam kampanye perang ini. Putra Ogedei, Kadan, sang pewaris wilayah Ogedei, memimpin sebuah divisi selama kampanye berlangsung. Penerus sang Khan Agung, Guyuk (1246-1248) dan Mongke (1251-1259) juga ikut dalam kampanye ini. Sama seperti kampanye perang Genghis Khan, kampanye perang melawan Eropa juga melibatkan seluruh keluarga. Dan, kampanye ini adalah kampanye terbesar dan terakhir yang melibatkan seluruh wilayah gabungan dari Kekaisaran Mongol.

Membuka Jalan dengan Mayat & Api

Wilayah di Eropa yang terpecah-belah mempersenjatai para pasukan wajib militer dan para ksatria mereka dengan zirah serta pelindung tubuh, untuk menghadapi pasukan mematikan yang memiliki komandan cakap dan pemanah berkuda menakutkan. Kisah tentang pasukan yang menjelma sebagai amarah tuhan dan telah menumbangkan kaisar Cina serta raja Persia, begitu juga dengan pengalaman langsung dari para penyintas Pertempuran Sungai Kalka, telah sampai ke Barat. Para raja dan pangeran Eropa mungkin punya gambaran tentang kengerian apa saja yang akan mereka hadapi, tetapi pada kenyataannya, mereka tak mampu membayangkan apa yang akan terjadi.


Pada tahun 1236, pasukan Mongol berhasil melintasi Volga. Volga Bulgaria berhasil ditaklukkan dalam setahun, begitu juga dengan bangsa Kipchak dan Alan. Dengan terusirnya bangsa semi-nomaden, maka wilayah Eropa Kristen terbuka lebar. Kemudian, Batu mengirimkan utusannya untuk menuntut aliansi dari para pangeran Rusia. Saat mereka menolak, kota-kota pun dikepung dalam beberapa hari sebelum dijarah. Ketika Raja Yuri II (1212-1216, 1218-1238) menolak untuk menyerah pada tahun 1238, pasukannya pun dihancurkan, kotanya dimusnahkan, dan keluarganya dibantai. Wilayah Rusia yang tersisa juga bernasib sama, kecuali Smolensky (karena memberikan upeti) dan Novgorod (karena jarak yang jauh). Kemudian, di tahun yang sama, Batu menjarah kota besar Kiev, ibukota dari agama Orthodox Rusia lalu menyerang lewat Krimea. Lebih banyak kota-kota di Rusia yang jatuh pada tahun berikutnya, diikuti dengan kejatuhan kota Halych yang tangguh pada tahun 1240.

The Mongols Sack Suzdal
Pasukan Mongol Menjarah Suzdal
Unknown Artist (Public Domain)

Meskipun kampanye perang selama tiga tahun di Rusia memang mengesankan, tetapi tidak sebanding dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pasukan Mongol masih bersemangat, utuh, dan siap untuk menjarah lebih banyak. Di hadapan mereka terbentang kerajaan-kerajaan Eropa abad pertengahan yang sebenarnya: ksatria berzirah, para prajurit Salib dari Baltik, dan beberapa kerajaan Eropa yang begitu luas. Walaupun kekuatan militer di wilayah Polandia, Bohemia, Jerman, dan Hungaria mungkin lebih kuat, tetapi mereka pun terpecah-belah layaknya para penguasa di Rusia. Jika saja pasukan Mongol menyerang wilayah ini satu-persatu secara bersamaan, maka mereka bisa menang dengan mudah. Nyatanya, mereka tidak perlu mengerahkan seluruh kekuatan untuk mewujudkan kemenangan ini.

Batu dan Subutai mengirimkan mata-mata ke Eropa untuk mendapatkan informasi bagi operasi mereka selanjutnya. Subutai yang memang ahli dalam strategi, membagi pasukan Mongol menjadi tiga unit dan merancang serangan dari tiga arah, bukan untuk satu musuh tapi untuk seluruh Eropa. Namun, dua serangan tersebut hanyalah untuk menarik perhatian Eropa, sedangkan serangan ketiga sekaligus yang terbesar untuk melawan kekuatan paling tangguh di Eropa Timur.


Walaupun sebagai umpan, keduanya berhasil menghancurkan Eropa tenggara dan timur laut. Kelompok pertama dipimpin oleh Khadan dan Baidar, keduanya putra Ogedei. Mereka menyerang Polandia dan membinasakan pasukan Henry II yang Alim, seorang Adipati Silesia (1238-1241) serta Grand Master Ksatria Teutonik di Pertempuran Legnica (Leignitz) pada tahun 1241. Pasukan mereka kemudian meluluhlantakkan pedesaan Polandia juga mengganggu pasukan Bohemia yang terdekat untuk mencegah mereka bergerak ke selatan. Kelompok kedua yang dipimpin oleh Guyuk melewati Pegunungan Karpatia menuju Transylvania, dimana mereka mengalahkan pasukan setempat lalu menyerang pedesaan.

The Mongol Invasion of Hungary
Invasi Mongol ke Hungaria
Dencey (Public Domain)

Kelompok ketiga sekaligus pasukan utama kampanye ini, dipimpin langsung oleh Batu dan Subutai. Mereka bergerak mengikuti sungai Danube untuk menghadapi musuh terkuat saat itu yang mampu mereka jangkau, Hungaria. Hungaria menampung para pengungsi Cuman yang melarikan diri dari Mongol, dan hal itu membuat mereka langsung menjadi musuh bangsa Mongol. Pasukan Raja Bela IV (1235-1270) menghadapi Batu dan Subutai di Pertempuran Mohi (Muhi saat ini, disebut juga sebagai Pertempuran Sungai Sajo) pada tahun 1241. Seperti yang sudah-sudah, pasukan Mongol dapat membantai pasukan Hungaria.

Raja Bela pun kabur ke Kroasia dengan pasukan Mongol yang terus-menerus mengejarnya. Pasukan Mongol menghancurkan Hungaria serta kemungkinan besar membunuh 15-20% populasi disana. Dengan jatuhnya Eropa Timur dan pasukan Mongol yang telah sampai ke Adriatik, wilayah Eropa yang tersisa pun terbuka lebar bagi gerombolan Mongol. Tepat pada saat itu, semuanya ditarik mundur. Kabar datang dari Mongolia: Ogedei telah wafat.


Pencipta Khan

Kematian Khan Agung memaksa hukum Mongol, Yasa, mengadakan kurultai keluarga bangsawan di tanah air mereka. Seluruh pangeran, yang kebanyakan sedang berkampanye di Eropa, kembali pulang untuk menentukan penerus Ogedei. Sebagai penerus cabang keluarga Jochi, Batu bisa menuntut haknya. Khatun Agung Toregene, janda Ogedei dan ibu dari Guyuk, mengundang Batu untuk kembali. Namun, Batu merasa jika itu adalah jebakan sehingga dia tetap berada di wilayahnya, membuat kurultai tertunda untuk beberapa tahun. Pada akhirnya, Guyuk diproklamirkan sebagai Khan Agung yang berikutnya di tahun 1246.

BATU MENJADI PENGUASA DE FACTO ATAS SELURUH WILAYAH KEKAISARAN MONGOL BAGIAN BARAT.

Sementara itu, Batu tidak tinggal hanya sebagai seorang penakluk, tetapi juga sebagai seorang penyelenggara pemerintahan. Batu menjadi penguasa de facto atas wilayah Kekaisaran Mongol bagian barat. Dia menerima generasi baru para pangeran Rusia sebagai vasal Gerombolan Emas. Dia juga menunjuk pejabat dan gubernur Mongol untuk wilayah Eropa, Kaukasus, serta Persia. Namun, Guyuk mulai mencurigai Batu dan bergerak ke barat dengan sebuah pasukan. Sorkhokhtani Beki, janda dari Tolui, putra termuda Genghis, memperingatkan Batu bahwa Guyuk menyasar dirinya. Ketika Guyuk memanggil Batu untuk pulang, Batu menunda-nunda dan membuat berbagai alasan sampai Guyuk wafat.

Sorkhokhtani Beki telah membuat keputusan yang cerdas. Batu berterima kasih padanya dan putranya pun bersekutu dengan Batu. Tiba-tiba saja, Batu mengadakan kurultai di Rusia, bukan di Mongolia seperti yang tradisi inginkan. Kurultai pertama ini menawarkan posisi Khan Agung kepada Batu, tapi dia menolaknya. Sebaliknya, dia mendukung Mongke. Cabang keluarga Jochi dan Tolui setuju, kemudian Batu mengadakan kurultai kedua di Mongolia. Dua cabang keluarga lainnya, Ogedei dan Chagatai, menolak untuk datang. Mongke diangkat sebagai Khan Agung keempat pada tahun 1251, lalu Batu pun memaksakan sebuah keputusan untuk menghukum keluarga Ogedei dan Chagatai dengan mengeksekusi Buri, kepala keluarga Chagatai. Mongke memang seorang Khan Agung, tapi Batu yang menciptakannya.



Berdirinya Gerombolan Emas

Di puncak ketenarannya, Batu mencoba untuk menyatukan cengkeramannya di Rusia. Dia memadamkan pemberontakan beberapa pangeran Rusia dan menempatkan mereka di bawah penjajahan yang lebih mengekang. Batu mendirikan kota Sarai yang berada di dekat Volga sebagai pusat pemerintahan untuk Gerombolan Emas. Upeti terus berdatangan dari wilayah taklukkan dan menjadi sumber kampanye, penyerangan, dan penaklukkan selanjutnya. Sejak saat inilah, para keturunannya akan terus-menerus memerintah Rusia dari wilayah stepa hingga ke generasi yang akan datang.

Saat Batu wafat di tahun 1225, Gerombolan Emas diwariskan pada putranya, Sartuq (1256). Gerombolan Emas tetap berkuasa di Rusia selama dua abad, kekaisaran Mongol di Rusia pun tetap bertahan hingga Ivan si Kejam (1533-1584) memerintah di abad ke-16, dan di Krimea saat mendekati abad ke-19. Selama hidupnya, Batu telah mengembara dari Cina hingga ke Hungaria dan meninggalkan warisan sekaligus jejak terbesar bagi bangsa Mongol dan Rusia.


SITUS JUDI SLOT ONLINE TERAMAN DAN TERPERCAYA